Pulau Subi dapat di tempuh perjalanan dari pusat kabupaten Natuna sekitar 7 jam menggunakan kapal pompong nelayan. Sementara menuju Kalimantan sekitar 17 jam,. Perjalanan laut menuju Sematan, Malaysia, sekitar 8 jam. Sedangkan perjalanan laut menuju Tanjungpinang sekitar dua hari.

Selat Nasi adalah sebuah selat yang memanjang lurus dari timur ke barat membelah Pulau Subi Kecil dan Pulau Subi Besar yang hanya di pisahkan selat selebar 150 meter, apabila air laut sedang surut, Selat Nasi hanyalah selebar sungai. Jarak antara Subi Besar dengan Subi kecil tidak terlalu jauh dan mudah ditempuh hanya melewati jembatan yang ada di Selat Nasi, yang sebenarnya lebih tepat disebut “Kukupan” Nasi.

Pulau Subi Besar dan Pulau Subi kecil Pantai selat nasi wisata eksotis

Di Pulau Subi terdapat peninggalan dari penjajah Jepang sebuah bandar udara yang sudah tidak terpakai. Panjang landasan pacu kurang lebih 1 kilometer. di Pulau Subi juga terdapat prasasti yang disebut masyarakat sekitar dengan Bukit Lampu. Prasasti ini sebagai tanda salah satu pulau terluar dari wilayah Republik Indonesia.

Pulau subi selama ini belum ada yang menceritakan tentang adanya sebuah kerajaan. Namun terdapat beberapa makam tua berumur ratusan tahun di beberapa titik di pulau Subi besar maupun pulau Subi kecil, tetapi yang paling banyak dijumpai di pulau Subi kecil. Salah satunya makam Siti Balqis, yang kemungkinan salah satu putri bangsawan dari negeri seberang Malaysia atau Brunei. makam Siti Balqis ini letaknya di bukit dan diapit oleh dua makam besar, tahun tarikh sementara yang terbaca adalah 1224 H.


Adapun lokasi wisata di dalam pulau sendiri adalah Pantai Air Lingkung, Bukit Lampu, Pantai Arung Boyo, “embung”, sejenis kolam penampungan air, Batu Ampar, Pantai duyung, Pantai Bidadari, dan masih banyak lagi. Selain itu juga terdapat lokasi wisata di luar pulau seperti Pulau Tudan, yaitu pulau yang tak berpehuni dan banyak terdapat penyu sehingga sering disebut juga Pulau Penyu. Keindahan alam yang disajikan tidak main-main.

Kebiasaan unik yang terdapat di Pulau Subi ini, yaitu warga tidak pernah mencabut kunci motornya saat diparkir, baik itu di depan rumahnya sendiri, depan rumah orang lain, maupun di toko. Hal tersebut karena warga sudah percaya satu sama lain sehingga apabila kunci mereka cabut, malah dinggap tidak percaya dan mencurigai warga lain. Selain itu warga juga tidak pernah mengunci pintu rumah mereka dan membiarkannya terbuka walaupun tidak ada orang. Hal ini tentunya sangat menarik, betapa kepercayaan warga Subi antara satu dengan yang lain.

Pulau Subi Kecil dan pulau Subi Besar secara administratif merupakan bagian dari kecamatan Subi, kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Kecamatan Subi terdiri atas 8 desa, yaitu Desa Subi, Desa Meliah, Desa Meliah Selatan, Desa Terayak, Desa Subi Besar, Desa Subi Besar Timur, Desa Pulau Panjang, dan Desa Pulau Kerdau. Desa Subi, Desa Meliah, Desa Meliah Selatan, dan Desa Terayak berada di wilayah Pulau Subi Kecil. Desa Subi Besar dan Subi Besar Timur berada di Pulau Subi Besar, yang berada di seberang selatan Pulau Subi Kecil. Dua desa sisanya, Desa Pulau Panjang dan Desa Pulau Kerdau, berada di masing-masing pulau dengan nama yang sama dengan desa tersebut.

Sekian dulu yang dapat kami informasikan, bagikan jika artikel ini bermanfaat. Kami berharap Anda mendukung mempromosikan Pulau Subi ini agar di kenal seluruh Dunia. Kami ucapkan terimakasih sebelumnya.  Amiin


 
Top